Showing posts with label dalam. Show all posts
Showing posts with label dalam. Show all posts
Sunday, March 26, 2017
Nilai Pendidikan Dalam Cerita Rakyat dan Relevansinya
Nilai Pendidikan Dalam Cerita Rakyat dan Relevansinya
NILAI PENDIDIKAN DALAM CERITA RAKYAT SASAK
BALANG KESIMBAR DAN RELEVANSINYA DENGAN HUBUNGAN KEKELUARGAAN SUKU SASAK VERSI MASYARAKAT KERUAK
BALANG KESIMBAR DAN RELEVANSINYA DENGAN HUBUNGAN KEKELUARGAAN SUKU SASAK VERSI MASYARAKAT KERUAK
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sastra merupakan bagian dari kebudayaan. Apabila mengkaji kebudayaan kita tidak dapat melihatnya sebagai sesuatu yang statis (tidak berubah), tetapi merupakan sesuatu yang dinamis senantiasa berubah. Hubungan antara kebudayaan dan masyarakat itu sangat erat karena kebudayaan itu sendiri memuat pandangan antropologi yang merupakan suatu kumpulan manusia dan masyarakat mengadakan sistem nilai yaitu berupa aturan yang menentukan suatu benda atau perbuatan lebih tinggi nilainya, lebih dikehendaki dari yang lain. (Semi, 1988: 54).
Karya sastra juga memberikan hiburan dan kenikmatan di samping adanya tujuan estetik. Demikian juga dengan fiksi atau cerita rekaan menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan. Hal ini sesuai dengan pendapat Nurgiantoro dalam khairuddin (2010: 1) mengemukakan realitas dalam karya fiksi merupakan ilusi kenyataan dan kesan yang meyakinkan, tetapi tidak selalu merupakan kenyataan sehari-hari.
Keberadaan sastra dalam masyarakat penting sekali. Rokhman (2003: 5) menjelaskan efek sastra bagi masyarakat yaitu manusia yang tersentuh sastra akan melihat persoalan yang lebih urut dalam hidup karena apa yang dipahaminya dari teks-teks sastra merupakan potret kehidupan. Perbedaan-perbedaan akan dipahami karena berangkat dari persepsi berbeda terhadap suatu masalah. Akibatnya, toleransi akan lahir. Dengan kata lain, sastra membantu terciptanya cara berpikir yang demokrat.
Sejalan dengan pandangan di atas, Bulton seperti dikutip Aminuddin (1995: 37) mengemukakan bahwa karya sastra tidak hanya menyajikan nilai-nilai keindahan serta paparan peristiwa yang mampu memberikan kepuasan batin pembacanya, juga bisa memberikan pandangan yang berhubungan dengan masalah keagamaan, filsafat, politik, maupun berbagai macam problema yang berhubungan dengan kompleksitas kehidupan ini.
Banyak peristiwa dan permasalahan serta penyelesaian yang terdapat dalam karya sastra. Karya sastra juga dapat dimanfaatkan oleh pembaca dalam kehidupannya, baik dari segi moral, sosial, agama, ataupun masalah pendidikan. Hal ini merupakan tanggung jawab pengarang kepada pembaca, seperti yang diungkapkan Horatius dalam Khairuddin (2010: 3) bahwa tujuan pengarang menciptakan karyanya adalah memberikan manfaat dan kenikmatan sekaligus mengatakan hal-hal yang enak dan berfaidah dalam kehidupan.
Cerita rakyat suku Sasak ini mserupakan jenis sastra lama. Sastra lama merupakan bagian dari masyarakat dan umumnya diwariskan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya, sebagai milik bersama. Sastra lama, baik yang berbentuk prosa maupun berbentuk puisi, adalah milik rakyat yang sejati sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Pengembangan, pewarisan, dan penyebaranya dilakukan dari mulut ke mulut secara tradisionl, sehingga sastra lama umumnya berbentuk lisan. (Khairuddin, 2010 : 4).
Ragam sastra lama umumnya berbentuk lisan. Ia tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, penyalur pikiran, dan perasaan bagi penutur dan pendengarnya, tetapi juga berfungsi sebagai alat pencerminan sikap, pandangan dan tingkah laku kelompok. Dalam konteks sekarang, kepedulian masyarakat terhadap bentuk-bentuk kebudayaan lama sangat tipis. Tidak tertutup kemungkinan bentuk-bentuk kebudayaan lama ini suatu ketika akan terabaikan dan akan hilang tanpa bekas, termasuk sastra lisan yang tersebar di berbagai daerah.
Kita tidak dapat menyangkal bahwa sastra lisan mempunyai peran yang penting dalam kehidupan masyarakat dan merupakan warisan budaya daerah yang berharga. Oleh karena itu, penelitian tentang sastra lama yang tersebar di berbagai daerah, terutama yang ada di daerah Lombok, sangat perlu dilakukan. Penelitian-penelitian tentang sastra lama memberikan pemaparan tentang tingkat kehidupan dan peradaban masyarakat pada masa lampau. Cerita prosa rakyat termasuk dalam kajian folklor, yang paling banyak diteliti oleh para ahli folklor. Menurut Wiliam R. Bascom, cerita prosa rakyat dapat dibagi dalam tiga golongan besar, yaitu: (1) mite (myth), (2) legenda (legend), dan (3) dongeng (folktale) (Danandjaya, 1997 : 50).
Cerita rakyat suku Sasak Balang Kesimbar merupakan salah satu khazanah sastra lisan suku Sasak di pulau Lombok yang berbentuk prosa. Cerita rakyat Balang Kesimbar merupakan salah satu cerita rakyat suku Sasak yang populer di kalangan masyarakat Sasak. Cerita ini mengandung nilai-nilai yang perlu diketahui oleh generasi sekarang, terutama aspek-aspek pendidikannya.
Selain itu, jika kita memperhatikan dan mencermati peran keluarga sebagai salah satu lembaga pendidikan nonformal sekarang ini sudah mengalami pergeseran. Salah satu penyebab pergeseran ini adalah adanya pergeseran peran pengasuh dan pendidikan oleh orang tua yang digantikan oleh media televisi. Anak-anak yang masih belum bisa membedakan dan memilih mana tontonan atau acara televisi yang cocok dengan usia dan perkembangan mental mereka seringkali menonton tayangan-tayangan yang kurang pas. Ini semua kemudian tidak jarang berdampak pada perilaku anak yang tidak sesuai dengan tuntunan agama dan budaya mereka.
Sebenarnya banyak cerita rakyat yang bisa dijadikan alat atau sarana oleh para orang tua dalam pendekatannya dengan anak. Dengan bercerita secara lisan, secara tidak langsung orang tua bisa mengarahkan atau memberi gambaran kepada anak bagaimana seharusnya seorang anak dalam bertingkah laku di dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam realita yang kita hadapi saat ini, segala sesuatu biasanya dipandang dari segi materi saja. Anak-anak terutama di desa keruak tidak terlalu memperdulikan masalah pendidikan. Kebanyakan anak mengandalkan orang tuanya. Mereka tidak sadar jika pendidikan itu sangat penting dalam menghadapi kehidupan dimasa yang akan datang.
Dalam konteks inilah sangat diperlukan pendidikan dalam keluarga yang berbasis pada kearifan lokal, sehingga generasi-generasi muda tidak kehilangan jati dirinya. Dan salah satu bentuk kearifan lokal tersebut adalah cerita rakyat (sastra lisan).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian adalah.
1. Melalui tokoh siapakah nilai-nilai pendidikan dapat tercermin dalam cerita rakyat suku sasak baling kesimbar ?
2. Nilai pendidikan apa saja yang terkandung dalam cerita rakyat suku Sasak Balang Kesimbar ?
3. Bagaimanakah relevansi nilai-nilai pendidikan dalam cerita rakyat suku Sasak Balang Kesimbar dengan nilai pendidikan dalam realitas keluarga kehidupan masyarakat Sasak dewasa ini?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. untuk mendeskripksikan tokoh-tokoh yang kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita rakyat balang kesimbar.
2. Untuk mendeskripsikan nilai pendidikan yang terkandung di dalam cerita rakyat suku Sasak Balang Kesimbar.
3. Untuk menemukan relevansi nilai pendidikan yang terdapat di dalam cerita rakyat suku Sasak Balang Kesimbar dengan keluarga sasak.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki dua manfaat utama, yakni manfaat teoritis dan praktis.
1. Manfaat teoretis
Mengaplikasikan konsep-konsep teori strukturalisme yang berbasis pada prinsip antarhubungan unsur-unsur yang membangun struktur cerita Balang Kesimbar.
2. Manfaat praktis
a. Guru
Diharapkan hasil penelitian ini sebagai acuan dan referensi dalam mengajar terutama dalam pembelajaran sastra dan sebagai suatu acuan dalam mendidik anak terutama dalam pergaualan anak dalam kehidupan sehari-hari.
b. Siswa
Diharapkan hasil penelitian ini sebagai tambahan pengetahuan dalam ilmu sastra dan sebagai acuan dalam bergaulan dengan masyarakat dan dilingkungan sekolah.
c. Instansi
Diharapkan hasil penelitian ini sebagai bahan informasi dan studi banding bagi peneliti selanjutnya. Diharapkan dapat sebagai tambahan referensi khususnya dalam bidang pendidikan.
bagi sobat yang membutuhkan skripisi lengkapnya untuk refrensi silahkan download linknya, semoga bermanfaat...

newbieXpose
Available link for download
Labels:
cerita,
dalam,
dan,
nilai,
pendidikan,
rakyat,
relevansinya
Tuesday, March 14, 2017
SAWI PELIHARA SAWI DALAM POLYBAG POT
SAWI PELIHARA SAWI DALAM POLYBAG POT

Ayo berkebun sayuran di teras rumah kita.
Tak punya lahan, mengapa tidak mencoba menggunakan polybag?. Mari kita cukupi kebutuhan sayuran keluarga kita dari tangan kita sendiri. Berikut tips cara berkebun sawi dan tips cara menanam sawi di dalam pot atau polybag. (sumber : oyekmbah dot blogspot )
---------------------------------
Sawi adalah tanaman yang pasti sangat sering kita jumpai di dapur karena sayur yang satu ini disenangi oleh banyak orang dan dapat diolah serta dikombinasikan dengan makanan yang lainnya. Kali ini saya akan mencoba memebrikan informasi bagaimana cara agar anda dapat mencukupi kebutuhan sawi rumah tangga anda tanpa harus beli di pasar.
Sawi dapat ditanam di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Akan tetapi, umumnya sawi diusahakan di dataran rendah, yaitu di pekarangan, di ladang, di polibek atau di sawah, jarang diusahakan di daerah pegunungan. Sawi termasuk tanaman sayuran yang tahan hujan. Sehingga ia dapat ditanam di sepanjang tahun, asalkan pada saat musim kemarau disediakan air yang cukup untuk penyiraman. Keadaan tanah yang dikehendaki adalah tanah gembur, banyak mengandung humus.
Adapun cara budidaya sawit dalam polibag adalah :
Persemaian sawi
1. Siapkan polibag dengan ukuran diameter 15 cm atau kurang
2. isi polibag dengan tanah humus atau sub soil. akan lebih baik jika menggunakan kompos
3. Semaikan biji sawi di dalam satu polibag
Benih sawi yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Biji sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapangan
4. lalukan penyiraman setiap hari yaitu pagi dan sore hari.
Bibit sawi dapat ditanam setelah berumur 3 - 4 minggu setelah penyemaian biji sawi
Penanaman sawi
1. Siapkan polibag dengan ukuran diameter 15 cm atau kurang
2. isi polibag dengan tanah humus atau sub soil. Akan lebih baik jika menggunakan kompos
3. Cabut bibit sawi dari persemaian, hari - hati karena akar tidak boleh putus.
4. Gali Lobang dengan Jari kemudian tanam bibit sawi. Dalam satu polibag dapat ditanam 3-5 bibit sawit
5. lalukan penyiraman setiap hari yaitu pagi dan sore hari
6. Setiap minggu berikan kompos sebagai pupuk organik
Panen Sawi
Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama.
Untuk menjaga ketersediaan sawi anda dapat melakukan penanaman sawi dengan selang waktu seminggu sekali sebanyak 5 - 10 polibag.
Available link for download
Saturday, December 10, 2016
Peraturan Dalam Permainan Bola Basket
Peraturan Dalam Permainan Bola Basket
Peraturan-peraturan dalam Bola Basket

- Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masih group terdiri dari 4 (empat) tim.
- Setiap tim terdiri dari 5 pemain inti yang bermain di lapangan dan max 7 pemain cadangan.
- Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
- Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.
- Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 5 orang.
- Apabila di lapangan terdapat kurang dari 5 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
- Setiap peserta hanya diperbolehkan membuat maksimal 4 (empat) personal fouls (pada personal foul ke 5 (lima), fouled out).
- Team foul maksimum adalah 5 (lima). Setiap foul setelah foul ke 5 (lima), maka tim lawan berhak mendapatkan 2 (dua) buah free throw.
- Team foul akan di-reset pada perpindahan babak, namun, pada saat overtime, team foul tidak akan di-reset.
- Waktu pertandingan untuk penyisihan group adalah 2 X 20 menit kotor, dimana waktu tidak akan dimatikan pada saat time out dan free throw.
- Waktu pertandingan untuk babak semi final adalah 2 x 20 menit semi kotor, dimana waktu akan dimatikan pada saat time out dan free throw.
- Waktu pertandingan untuk babak final adalah 2 x 20 menit bersih, dimana waktu akan dimatikan pada saat bola mati, time out dan free throw.
- Waktu istirahat pergantian babak ditetapkan selama 5 menit.
- Waktu time out ditetapkan selama 1 (satu) menit dengan masing-masing tim memperoleh 1 (satu) kali time out pada setiap babak.
- Apabila pada akhir game, kedua tim memperoleh angka yang sama, overtime akan diadakan.
- Masa overtime berlangsung selama 1 x 5 menit (bersih).
- Apabila sampai dengan akhir waktu dari babak overtime, masih terdapat perolehan angka yang sama, maka akan dilakukan adu free-throw. Setiap tim diwakili oleh 2 orang dengan masing-masing orang memiliki 5 kali kesempatan.
- Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner up akan dilihat dari kualitas angka memasukan pada tiap-tiap pertandingan yang dimainkan.
- Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international.
- Peraturan permainan yang dipergunakan juga sangat tergantung daripada peraturan PERBAIS/FIBA mana yang berlaku. Misalnya pada tahun 1984, peraturan permainan yang berlaku adalah Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984.
Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan
Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan terdiri dari :
1. Bola Basket
Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.
2. Perlengkapan Teknik
2.1. Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.
2.2. Alat untuk mengukur waktu 30 detik
2.3. Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
2.4. Isyarat - scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.
3. Lapangan
3.1. Lapangan Permainan
Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.
3.2. Papan Pantul
Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan. (Perincian selengkapnya, lihat gambar).
3.3. Keranjang
Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm
Available link for download
Tuesday, November 8, 2016
Penentuan Posisi Dalam Permainan
Penentuan Posisi Dalam Permainan
Semua Tentang Bola Basket : 5 Posisi Dalam Permainan Bola Basket
Point Guard
Point guard biasanya pemain terkecil dalam tim, tetapi juga tercepat. Tugas utama mereka dalam sebuah tim adalah untuk mendistribusikan bola ke rekan satu tim mereka, mengontorol tempo permainan dan juga mengunci point guard pemain lawan. Point guard merupakan posisi yang sangat penting dalam sebuah tim basket karena dia akan menguasai sebagian besar bola selama jalannya permainan.Point guard adalah seorang yang mampu berkomunikasi, memimpin serta melihat situasi permainan. Beberapa point guard biasanya menjadi pemberi angka pertama bagi tim mereka dan tidak jarang juga menjadi orang yang paling sering melakukan tembakan untuk tim mereka. Seperti Allen inverson, Chris Paul, Rajon Rondo dan Russell Westbrook adalah seorang Point guard
Shooting Guard
Shooting Guard adalah Guard kedua yang pekerjaan utamanya adalah mencetak skor. Shooting guard haruslah memiliki kemampuan untuk menembak bola. Para pemain yang menjadi shooting guard biasanya memiliki tubuh yang kuat dan atletis. Seorang shooting guard sering dianggap sebagai orang penting yang memenangkan pertandingan. Michael jordan, Kobe Bryant, Dwyane Wade adalah seorang terbaik NBA pemain yang berposisi shooting guardSmall Forward
Small Foward adalah salah satu pemain yang paling serbaguna dalam sebuah tim. Mereka harus sedikit mampu untuk melalukakan segala sesuatu yang penting dalam bola basket. Orang yang bertugas sebagai small Foward haruslah memiliki kemampuan yang baik untuk mengiring bola dan pintar menembak bola dari luar garis tiga angka. Small foward juga harus mampu membantu posisi point guard jika berada dalam tekanan lawan. Ketika tim pada posisi bertahan, Small Foward haruslah menjaga lawan mereka terutama yang bermain diposisi 2 atau 3. Para pemain NBA yang berada di posisi ini adalah Carmelo Anthony, and Kevin Durant dan LeBron JamesPower Foward
Power Foward harus mampu mencetak mecetak bola rebound yang merupakan bola pantul atau setidaknya membuat lawan melakukan sebuah pelanggaran. Orang yang bertugas sebagai Power Foward biasanya orang yang berbadan tinggi dan fisik yang kuat baik dalam berlari ataupun melompat. selain menangkap bola pantul dari ring lawan, Power Foward juga harus mampu mangamankan bola pantul yang berada di ring tim tersebut. Ketika berasa di posisi bertahan, power foward akan membantu center untuk melepas diri dari pemain lawan yang menjaganya supaya center bisa bergerak dan mencetak angka. Beberapa pemain terbaik yang betugas sebagai Power Foward di NBA adalah Chris Bosh, Dirk Nowitzki, and Kevin Garnet t.Center
Center adalah jangkar pertahanan dari sebuah tim. Tugas utamanya dalam mengamankan bola rebound, memblok tembakan lawan. Biasanya center adalah pemain yang paling memiliki tubuh terbesar dan tertinggi dalam sebuah tim. Namun di zaman modern saat ini sering kali center harus memiliki kemampuan untuk menggiring bola dan menembak dari 3 arah. Karena kemampuan mereka untuk bertahan, center dipandang sebagai bagian penting dalam memenangkan kejuaraan. Dwight Howard, Adrea Bargnana dan Andrew Bynum adalah pemain yang berposisi di center yang bermain di NBA.Available link for download
Thursday, October 13, 2016
PARTISIPASI KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
PARTISIPASI KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
PARTISIPASI KOMITE SEKOLAH
DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SD-IT AL-KAUTsAR MUHAJIRIN
DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SD-IT AL-KAUTsAR MUHAJIRIN
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Hubungan sekolah dengan masyarakat pada hakikatnya merupakan sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah, dalam hal ini sekolah sebagai sistem sosial merupakan bagian integral dari sistem yang lebih besar yaitu masyarakat. Sekolah dan masyarakat memiliki hubungan yang erat dalam mencapai tujuan sekolah atau pendidikan secara efektif, efisien. Sebaliknya sekolah harus menunjang pencapaian tujuan masyarakat khususnya kebutuhan pendidikan. Oleh karena itu sekolah juga harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan serta keadaan masyarakat terutama terhadap sekolah.
Memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekitar ini semakin dirasakan penting pada masyarakat yang telah menyadari dan memahami pentingnya pendidikan. Pada masyarakat yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan, sekolah dituntut lebih aktif dan kreatif untuk mengembangkan hubungan kerjasama yang lebih harmonis.
Jika hubungan sekolah dengan masyarakat berjalan harmonis, rasa tanggung-jawab dan partisipasi masyarakat akan lebih baik dan tinggi untuk memajukan sekolah, dan tercapainya tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat yaitu meningkatnya kinerja sekolah dan terlaksananya proses pendidikan secara produktif, efektif, dan efisien, sehingga mengahsilkan lulusan yang produktif dan berkualitas.
Dalam memasuki era MBS perlu dibenahi selaras dengan tuntutan dan perubahan yang dilandasi dengan kesepakatan, komitmen kesadaran dan kesiapan membangun masyarakat sekolah yang loyalitas pada peningkatan kualitas peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut dibentuklah suatu badan yang dikenal dengan nama Komite Sekolah yang berkedudukan di :
1. Satu satuan pendidikan tertentu.
2. Beberapa satuan pendidikan sekolah yang sejenis yang berada di komplek atau kawasan yang berdekatan.
3. Beberapa satuan pendidikan yang berbeda jenis dan jenjang pendidikannya serta di komplek atau kawasan yang berdekatan.
4. Beberapa satuan pendidikan milik atau dalam pembinaan serta yayasan penyelengara pendidikan.
Melalui pelaksanaan MBS, keberadaan peran dan fungsi komite sekolah diharapkan mampu meningkatkan kinerja program pengelolaan pendidikan di sekolah, sehingga mutu pendidikan meningkat secara optimal. Keterlibatan komite sekolah dalam memberi pertimbangan (advisory), dukungan (supporting), dan pengontrol (Controlling) kebijaksanaan sekolah serta mediator antara pemerintah. Sekolah dengan masayarakat di satuan pendidikan tidak dipandang sebagai loyalitas masyarakat atas pemerintahnya, melainkan juga bahwa kebijakan tersebut hendaknya dianggap sebagai miliknya sendiri.
Selain itu juga, kenyataan di lapangan dijumpai banyak komite sekolah yang dibentuk tidak segera menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Ada pula kenyataan yang ditemukan di lapangan bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga komite sekolah telah diseragamkan oleh Dinas Pendidikan. Bahkan ada yang menggunakan Anggaran Dasar dan Aggaran Rumah Tangga BP3 yang notabene diseragamkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga merupakan dasar penentu keberadaan dari suatu oragnisasi yang di dalamnya memuat peran, fungsi serta tujuan yang menjadi pijakan dalam melaksanakan program yang akan dilaksanakan, dan hal tersebut akan berdampak pula pada hasil kegiatan dari suatu organisasi tersebut.
Namun demikian tidak selamanya imeg negatif serta kenyataan-kenyataan seperti yang diungkapkan di atas melekat pada semua komite sekolah, karena ada pula sebagian komite sekolah yang mampu menyusun dan melaksanakan program dengan baik dalam mendukung pelaksanaan pendidikan di suatu sekolah, sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Untuk mengetahui lebih lanjut kenyataan-kenyataan fakta di atas, maka diperlukan penelitian yang mendalam untuk memaparkan secara riil operasional yang dimulai dengan penyusunan Anggran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, penyusunan program, pelaksanaan program, serta kendala-kendala dan upaya pelaksanaan program dalam mendukung pelaksanaan pendidikan di sekolah.
Dalam hal menilai tentang partisipasi komite sekolah di SD-IT AL-KAUTsAR Muhajirin serta keberhasilan-keberhasilan yang dicapai dan kegagalan-kegagalannya dalam mendukung pelaksanaan pendidikan, tentunya hal ini ditunjang oleh kemampuan komite SD-IT AL-KAUTsAR Muhajirin dalam menyusun dan melaksanaan program serta upaya komite sekolah dalam menanggulangi kendala-kendala yang dihadapi komite sekolah.
Hal ini menjadi suatu yang menarik untuk dibahas lebih lanjut, untuk menghapus imeg negatif masyarakat tentang keadaan komite sekolah dalam kenyataan yang ada di sebagian komite sekolah serta menjadi bahan introspeksi bersama untuk lebih meningkatkan fungsi dan peran kita masing-masing, mengingat bahwa pendidikan adalah menjadi tanggung-jawab semua elemen bangsa. Di dalam penyelengaraan Pendidikan Agama Islam partisipasi umat Islam sangatlah berpengaruh bagi kelangsungan dan kemajuan dunia pendidikan Islam.
Di Indonesia lembga pendidikan Islam atau yang berciri kerjasama dengan berbgai pihak terutama pemerintah dan masyarakat, guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/Madrasah Aliyah (MA), Pondok Pesantren, hingga perguruan tinggi yang khusus mendalami tentng agama Islam, perlu mendapat perhatian dari masyarakat khususnya umat Islam. Mengingat masih ada segelintir orang yang beranggapan bahwa mendalami ilmu agama adalah suatu hal yang kuno dan ketingalan zaman. Keadaan yang seperti inilah yang perlu diwaspadai karena akan menjadi bumerang dalam kehidupan beragama.
Kerjasama lembaga pendidikan dengan komite sekolah merupakan bukti kepedulian dan tanggung-jawab mereka tehadap dunia pendidikan. Para orang tua telah menitipkan anak mereka pada lembaga agar diajar dan dididik oleh guru, sehingga anak-anak mereka kelak menjadi anak yang sholeh/sholehah dan mengenal siapa penciptanya. Setelah dititipkan, anak-anak tersebut menjadi tanggung-jawab guru sepenuhnya di sekolah. Sedangkan oang tua sebagai wali murid berkewajiban memenuhi segala keperluan anaknya yang berhubungan dengan pendididkan mereka, seperti : memberikan seragam sekolah, membelikan alat tulis, membayar uang sekolah dan lain-lain. Sebagai wujud kerjasamanya tidak sedikit orang tua / wali murid yang turut ambil bagian dalam pembangunan suatu sekolah atau Madrasah di mana anak-anak merka menuntut ilmu. Dengan niat jihad fisabilillah dan demi pendiddikan anak-anak mereka dan demi masa depan bangsa dan agama, baik dengan harta, serta dengan akal pikiran dan ide-ide mereka. Dengan adanya kerja sama seperti ini maka hubungan sekolah dengan komite sekolah tetap terjaga.
Berangkat dari fakta dan pemandangan tersebut di atas, saya tertarik untuk mengadakan suatu penelitian dalam bentuk Skripsi yang berjudul : Partisipasi Komite Sekolah Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD-IT AL-KAUTsAR Muhajirin.
Hubungan sekolah dengan masyarakat pada hakikatnya merupakan sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah, dalam hal ini sekolah sebagai sistem sosial merupakan bagian integral dari sistem yang lebih besar yaitu masyarakat. Sekolah dan masyarakat memiliki hubungan yang erat dalam mencapai tujuan sekolah atau pendidikan secara efektif, efisien. Sebaliknya sekolah harus menunjang pencapaian tujuan masyarakat khususnya kebutuhan pendidikan. Oleh karena itu sekolah juga harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan serta keadaan masyarakat terutama terhadap sekolah.
Memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekitar ini semakin dirasakan penting pada masyarakat yang telah menyadari dan memahami pentingnya pendidikan. Pada masyarakat yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan, sekolah dituntut lebih aktif dan kreatif untuk mengembangkan hubungan kerjasama yang lebih harmonis.
Jika hubungan sekolah dengan masyarakat berjalan harmonis, rasa tanggung-jawab dan partisipasi masyarakat akan lebih baik dan tinggi untuk memajukan sekolah, dan tercapainya tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat yaitu meningkatnya kinerja sekolah dan terlaksananya proses pendidikan secara produktif, efektif, dan efisien, sehingga mengahsilkan lulusan yang produktif dan berkualitas.
Dalam memasuki era MBS perlu dibenahi selaras dengan tuntutan dan perubahan yang dilandasi dengan kesepakatan, komitmen kesadaran dan kesiapan membangun masyarakat sekolah yang loyalitas pada peningkatan kualitas peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut dibentuklah suatu badan yang dikenal dengan nama Komite Sekolah yang berkedudukan di :
1. Satu satuan pendidikan tertentu.
2. Beberapa satuan pendidikan sekolah yang sejenis yang berada di komplek atau kawasan yang berdekatan.
3. Beberapa satuan pendidikan yang berbeda jenis dan jenjang pendidikannya serta di komplek atau kawasan yang berdekatan.
4. Beberapa satuan pendidikan milik atau dalam pembinaan serta yayasan penyelengara pendidikan.
Melalui pelaksanaan MBS, keberadaan peran dan fungsi komite sekolah diharapkan mampu meningkatkan kinerja program pengelolaan pendidikan di sekolah, sehingga mutu pendidikan meningkat secara optimal. Keterlibatan komite sekolah dalam memberi pertimbangan (advisory), dukungan (supporting), dan pengontrol (Controlling) kebijaksanaan sekolah serta mediator antara pemerintah. Sekolah dengan masayarakat di satuan pendidikan tidak dipandang sebagai loyalitas masyarakat atas pemerintahnya, melainkan juga bahwa kebijakan tersebut hendaknya dianggap sebagai miliknya sendiri.
Selain itu juga, kenyataan di lapangan dijumpai banyak komite sekolah yang dibentuk tidak segera menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Ada pula kenyataan yang ditemukan di lapangan bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga komite sekolah telah diseragamkan oleh Dinas Pendidikan. Bahkan ada yang menggunakan Anggaran Dasar dan Aggaran Rumah Tangga BP3 yang notabene diseragamkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga merupakan dasar penentu keberadaan dari suatu oragnisasi yang di dalamnya memuat peran, fungsi serta tujuan yang menjadi pijakan dalam melaksanakan program yang akan dilaksanakan, dan hal tersebut akan berdampak pula pada hasil kegiatan dari suatu organisasi tersebut.
Namun demikian tidak selamanya imeg negatif serta kenyataan-kenyataan seperti yang diungkapkan di atas melekat pada semua komite sekolah, karena ada pula sebagian komite sekolah yang mampu menyusun dan melaksanakan program dengan baik dalam mendukung pelaksanaan pendidikan di suatu sekolah, sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Untuk mengetahui lebih lanjut kenyataan-kenyataan fakta di atas, maka diperlukan penelitian yang mendalam untuk memaparkan secara riil operasional yang dimulai dengan penyusunan Anggran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, penyusunan program, pelaksanaan program, serta kendala-kendala dan upaya pelaksanaan program dalam mendukung pelaksanaan pendidikan di sekolah.
Dalam hal menilai tentang partisipasi komite sekolah di SD-IT AL-KAUTsAR Muhajirin serta keberhasilan-keberhasilan yang dicapai dan kegagalan-kegagalannya dalam mendukung pelaksanaan pendidikan, tentunya hal ini ditunjang oleh kemampuan komite SD-IT AL-KAUTsAR Muhajirin dalam menyusun dan melaksanaan program serta upaya komite sekolah dalam menanggulangi kendala-kendala yang dihadapi komite sekolah.
Hal ini menjadi suatu yang menarik untuk dibahas lebih lanjut, untuk menghapus imeg negatif masyarakat tentang keadaan komite sekolah dalam kenyataan yang ada di sebagian komite sekolah serta menjadi bahan introspeksi bersama untuk lebih meningkatkan fungsi dan peran kita masing-masing, mengingat bahwa pendidikan adalah menjadi tanggung-jawab semua elemen bangsa. Di dalam penyelengaraan Pendidikan Agama Islam partisipasi umat Islam sangatlah berpengaruh bagi kelangsungan dan kemajuan dunia pendidikan Islam.
Di Indonesia lembga pendidikan Islam atau yang berciri kerjasama dengan berbgai pihak terutama pemerintah dan masyarakat, guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/Madrasah Aliyah (MA), Pondok Pesantren, hingga perguruan tinggi yang khusus mendalami tentng agama Islam, perlu mendapat perhatian dari masyarakat khususnya umat Islam. Mengingat masih ada segelintir orang yang beranggapan bahwa mendalami ilmu agama adalah suatu hal yang kuno dan ketingalan zaman. Keadaan yang seperti inilah yang perlu diwaspadai karena akan menjadi bumerang dalam kehidupan beragama.
Kerjasama lembaga pendidikan dengan komite sekolah merupakan bukti kepedulian dan tanggung-jawab mereka tehadap dunia pendidikan. Para orang tua telah menitipkan anak mereka pada lembaga agar diajar dan dididik oleh guru, sehingga anak-anak mereka kelak menjadi anak yang sholeh/sholehah dan mengenal siapa penciptanya. Setelah dititipkan, anak-anak tersebut menjadi tanggung-jawab guru sepenuhnya di sekolah. Sedangkan oang tua sebagai wali murid berkewajiban memenuhi segala keperluan anaknya yang berhubungan dengan pendididkan mereka, seperti : memberikan seragam sekolah, membelikan alat tulis, membayar uang sekolah dan lain-lain. Sebagai wujud kerjasamanya tidak sedikit orang tua / wali murid yang turut ambil bagian dalam pembangunan suatu sekolah atau Madrasah di mana anak-anak merka menuntut ilmu. Dengan niat jihad fisabilillah dan demi pendiddikan anak-anak mereka dan demi masa depan bangsa dan agama, baik dengan harta, serta dengan akal pikiran dan ide-ide mereka. Dengan adanya kerja sama seperti ini maka hubungan sekolah dengan komite sekolah tetap terjaga.
Berangkat dari fakta dan pemandangan tersebut di atas, saya tertarik untuk mengadakan suatu penelitian dalam bentuk Skripsi yang berjudul : Partisipasi Komite Sekolah Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD-IT AL-KAUTsAR Muhajirin.
B. Fokus Penelitian
Adapun mengenai masalah-masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini didasarkan atas latar belakang penulisan yang berkaitan dengan penyusunan dan pelaksanaan program komite sekolah dalam mendukung pendidikan di SD-IT AL-KAUTsAR Muhajirin.
Masalah-masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana partisipasi komite sekolah dalam meningkatkan perestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SD-IT AL-KAUTsAR Muhajirin.
2. Bagaimana bentuk partisipasi komite sekolah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SD-IT KAUTsAR Muhajirin.
C. Lokasi Penelitian
Dalam kegiatan penelitian ini penulis menetapkan di SD-IT AL-KAUTsAR Muhajirin sebagi obyek penelitian, karena penulis kebetulan menjadi tenaga pendidik sekaligus tenaga kependidikan di sekolah tersebut, di samping itu penulis berasal dari kampung / dusun tersebut sehingga tidak menyulitkan penulis memperoleh data yang dibutuhkan.
SD-IT AL-KAUTsAR Muhajirin, adalah sekolah swasta yang didirikan pada tanggal 12 Juli 2006, yang berdiri di atas tanah seluas +_ 1.200 m2 yang dikelola oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang bernama Yayasan Ummat Sehat Sejahtera (YUSRA) yang beralamat di Kampung Muhajirin Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.
D. Kajian Pustaka
1. Pengertian Dan Tujuan Komite Sekolah
a. Pengertian Komite Sekolah
Komite sekolah adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yakni Komite dan Sekolah yang mempunyai makna yang berbeda. Oleh karena itu sebelum pengertian komite sekolah di bicarakan maka terlebih dahulu harus diketahui masing-masing katanya.
Download Refrensi Lengkapnya
newbieXpose
Available link for download
Labels:
belajar,
dalam,
komite,
meningkatkan,
partisipasi,
prestasi,
sekolah,
siswa
Subscribe to:
Posts (Atom)