Pictures of Ong Bak 0
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat limpahan karunianya kami dapat menyelesaikan penulisan makalah kami yang berjudul System Peredaran Darah.Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dan membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Terakhir, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Selain itu, kami pun mengucapkan terimakasih kepada para penulis yang tulisannya kami kutip sebagai bahan rujukan. Tak lupa juga kami ucapkan maaf yang sebesar-besarnya, jika ada kata dan pembahasan yang keliru dari kami. Kami berharap kritik dan saran Anda. Semoga makalah kami ini dapat menjadi pelajaran dan menambah wawasan Anda dalam pelajaranAnatomi Dan Fisiologi.
Arga Makmur, Januari 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
. i
DAFTAR ISI
ii
BAB I PENDAHULUAN
1
1.1.Latar Belakang
... 1
1.2. Rumusan Permasalahan
1
1.3. Tujuan
1
BAB II PEMBAHASAN
2
2.1. Darah
... 2
2.2. Komponen Darah
. 2
2.3. Mekanisme Penggumpalan Darah
3
2.4.Penggolongan Darah
3
2.5. Pembuluh Darah
.. 4
2.6. Jantung
. 5
2.7. Sistem Peredaran Darah Pada Hewan
6
2.8. Peredaran Darah Manusia
. 7
2.9. Kelainan Dan Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah
.. 7
BAB III PENUTUP
9
Kesimpulan
. 9
DAFTAR PUSTAKA
. 10 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Suatu perubahan mekanik terhadap zat gas, zat cair atau zat padat yang merambat ke depan dengan kecepatan tertentu sering menimbulkan gelombang bunyi. Gelombang bunyi ini merupakan vibrasi getaran dari molekul zat dan saling beradu satu sama lain namun demikian zat tersebut terkoordinasi menghasilkan gelombang. Gelombang bunyi dapat menjalar secara transversal atau longitudinal.
Bunyi berhubungan dengan indra pendengaran yaitu fisiologi telinga. Telinga berfungsi secara efisien untuk mengubah energi getaran dari gelombang menjadi sinyal listrik yang dibawa ke otak melalui syaraf. Telinga manusia merupakan detektor bunyi yang sangat sensitif.
Bising didefinisikan sebagai bunyi yang kehadirannya tidak dikehendaki dan dianggap mengganggu pendengaran. Bising dapat berasal dari bunyi atau suara yang merupakan aktivitas alam seperti bicara, pidato, tertawa dan lain lain. Bising juga dapat berasal dari bunyi atau suara buatan manusia seperti bunyi mesin kendaraan dan mesin mesin yang ada di pabrik. Untuk menilai bunyi sebagai bising sangatlah relatif. Misalnya musik di tempat tempat diskotik, bagi orang yang biasa mengunjungi tempat itu tidaklah merasa suatu kebisingan, tetapi bagi orang orang yang tidak pernah berkunjung di tempat diskotik akan merasa suatu kebisingan yang mengganggu.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang,maka rumusan makalah ini adalah :
1. Apa itu bunyi?
2. Bagaimana sifat dan kecepatan gelombang bunyi?
3. Bagaimana intensitas bunyi?
4. Bagaimana penerapan gelombang bunyi dalam bidang kesehatan?
5. Bagaimana pengaruh dan pencegahan dari kebisingan?
6. Bagaimana pembentukan suara?
7. Bagaimana vibrasi itu
C.Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah,maka dalam penulisan makalah ini hal-hal yang dibahas adalah mengenai pengertian bunyi,sifat dan kecepatan gelombang bunyi,penerapan gelombang bunyi dalam bidang kesehatan dan bagaimana pengaruh dan pencegahan dari kebisingan,maupun bagaimana mekanisme pembentukan suara dan mengetahui apa yang dimaksud dengan vibrasi itu.
D. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Membantu mahasiswa memahami tentang bioakustik dan aplikasinya dalam keperawatan.
2.Tujuan Khusus
a. Mengetahui pengertian bunyi dan gelombang bunyi
b. Memahami sifat dan kecepatan gelombang bunyi
c. Memahami intensitas bunyi
d. Mengetahui penerapan gelombang bunyi
e. Mengetahui pengaruh dan pencegahan dari bising
f. Mengetahui bagaimana mekanisme pembentukan suara
g. Mengetahui apa yang dimaksud dengan vibrasi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Bunyi
Bunyi merupakan getaran yang menimbulkan gelombang longitudinal yang merambat melalui medium perambatannya (zat cair, zat padat, dan udara) sehingga dapat didengar. (Fisika, 2006 : 41).
Gelombang bunyi merupakan vibrasi atau gerakan dari molekul-molekul zat dan saling beradu satu sama lain dimana zat tersebut terkoordinasi menghasikan gelombang serta mentransmisikan energi tanpa disertai perpindahan partikel. (Fisika Kedokteran, 1996 : 65)
1. Sumber Bunyi
Sumber bunyi adalah semua benda yang bergetar dan menghasilkan suara merambat melalui medium atau zat perantara sampai ke telinga. Contoh sumber bunyi yaitu: pembakaran minyak dalam mesin, instrumen musik, gerakan dahan pohon, lonceng, garputala, dsb.
Syarat terjadinya bunyi yaitu :
Ø Ada sumber bunyi yang bergetar
Ø Ada zat perantara (medium) yang merambatkan gelombang bunyi dari sumber ke telinga
Ø Getaran mempunyai frekuensi tertentu (20 Hz 20.000 Hz)
Ø Indra pendengar dalam keadaan baik
2. Mendeteksi Bunyi
Untuk mendeteksi bunyi perlu mengkonversikan gelombang bunyi b
Available link for download
Read more »