Showing posts with label packet. Show all posts
Showing posts with label packet. Show all posts

Saturday, March 11, 2017

Setting Switch Managable di Packet tracert

Setting Switch Managable di Packet tracert



"Virtual LAN atau disingkat dengan VLAN. Di dalam switch LAN, suatu fitur yang menggunakan standar 802.1Q. Fitur pada switch LAN ini, suatu port berjalan jika jika ada yang menuju segmen yang sama. Istilah lainnya pada fitur ini adalah V Segmen atau virtual segmen. Suatu device atau user yang pertukaran informasinya cukup banyak, biasa menempatkan informasinya pada segmen yang sama. Tujuannya adalah agar membantu operasi switch LAN berjalan dengan efisien, dengan cara memelihara isi informasi dari suatu trafik dengan port yang spesifik. Konsep utama dari VLAN ini adalah dengan cara menempatkan data berdasarkan penempatan port."

fitur VLAN terdapat pada
Switch yang Manageable contoh : Switch Cisco Catalyst
VLAN ini berfungsi untuk mengelompokan/mengsegmentasi suatu jaringan menjadi lebih kecil untuk mengurangi beban kerja Switch tersebut

Nah ! pada kali ini kita akan mencoba mengkonfigurasi VLAN menggunakan Aplikasi Cisco Packet

kita akan menggunakan 1 buah Router yang dimana interface pada Router ini akan disubinterfacekan,

"kenapa harus menggunakan Router ? "
karena IP Network pada setiap VLAN berbeda, maka untuk menghubungkannya,kita membutuhkan sebuah Router.

"kenapa harus disubinterface ? "
jika diimplementasi kan pada nyatanya, harga sebuah interface tersebut MAHAL sekali, maka dari itu fungsi subinterface adalah membagi sebuah interface menjadi beberapa subinterface hanya dengan 1 buah interface fisik saja.














Skema Jaringan VLAN pada Cisco Packet Tracer



hubungkan fa0/0 pada Router ke fa 0/1 pada Switch menggunakan Straight, karena port fa0/1 yang akan ini akan bekerja sebagai TRUNK

hubungkan hub pada setiap VLAN ke Switch berdasarkan nomor VLAN untuk memudahkan konfigurasi
contoh :
hub VLAN 2 hubungkan ke Switch Fa0/2
hub VLAN 3 hubungkan ke Switch Fa0/3
hub VLAN 4 hubungkan ke Switch Fa0/4
hub VLAN 5 hubungkan ke Switch Fa0/5

Skema IP Jaringan

VLAN 2
IP Network 192.168.2.0/24
IP host = 192.168.2.2 - 255

VLAN 3
IP Network 192.168.3.0/24
IP host = 192.168.3.2 - 255

VLAN 4
IP Network 192.168.4.0/24
IP host = 192.168.4.2 - 255

VLAN 5
IP Network 192.168.5.0/24
IP host = 192.168.5.2 - 255

KONFIGURASI PADA ROUTER 
(konfigurasi dilakukan pada tab "CLI")

Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Mengaktifkan Interface FastEthernet 0/0
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#no shutdown
 
-> untuk menghidupkan interface fa0/0 yang akan di subinterfacekan (untuk membuat Virtual IP yg digunakan untuk Gateway Client )
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#exit

= Konfigurasi Sub-Interface untuk VLAN 2
Router(config)#interface fa0/0.2 -> membuat Subinterface untuk VLAN 2
Router(config-subif)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.2, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.2, changed state to up
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 2 
-> sebuah enkapsulasi yang disesuai kan dengan nomor VLAN
Router(config-subif)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0 (IP terserah kita)
Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-subif)#exit

= Konfigurasi Sub-Interface untuk VLAN 3
Router(config)#interface fa0/0.3
Router(config-subif)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.3, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.3, changed state to up
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 3
Router(config-subif)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0 (IP terserah kita)
Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-subif)#exit

= Konfigurasi Sub-Interface untuk VLAN 4
Router(config)#interface fa0/0.4
Router(config-subif)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.4, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.4, changed state to upen
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 4
Router(config-subif)#ip address 192.168.4.1 255.255.255.0
(IP terserah kita)

Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-subif)#exit

= Konfigurasi Sub-Interface untuk VLAN 5
Router(config)#interface fa0/0.5
Router(config-subif)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.5, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.5, changed state to up
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 5
Router(config-subif)#ip address 192.168.5.1 255.255.255.0
(IP terserah kita)

Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-subif)# exit


KONFIGURASI PADA SWITCH MANAGEABLE

Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

= Konfigurasi interface fa0/1 pada Switch
Switch(config)#interface fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk -> perintah untuk memfungsikan port fa0/1 sebagai port trunk sebagai jalur paket menuju Router
Switch(config-if)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to down
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up
Switch(config-if)#exit

= Konfigurasi interface fa0/2 pada Switch
Switch(config)#interface fa0/2
Switch(config-if)#switchport mode access -> perintah untuk memfungsikan fa0/2 sebagai port access
Switch(config-if)#switchport access vlan 2 -> untuk memfungsikan port fa0/2 sebagai jalur komunikasi VLAN 2
% Access VLAN does not exist. Creating vlan 2
Switch(config-if)#exit

= Konfigurasi interface fa0/3 pada Switch
Switch(config)#interface fa0/3
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 3
% Access VLAN does not exist. Creating vlan 3
Switch(config-if)#exit

= Konfigurasi interface fa0/4 pada Switch
Switch(config)#interface fa0/4
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 4
% Access VLAN does not exist. Creating vlan 4
Switch(config-if)#exit

= Konfigurasi interface fa0/5 pada Switch
Switch(config)#interface fa0/5
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 5
% Access VLAN does not exist. Creating vlan 5
Switch(config-if)#
Switch#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

setelah selesai konfigurasi, jangan lupa memberikan alamat ip ke setiap PC pada setiap VLAN
kemudian, tes jaringan VLAN ini dengan perintah ping

dari setiap pc ping ke alamat gateway
dari setiap pc ping ke pc pada VLAN lain .

SEHARUSNYA sudah berhasil, heheheh . jika masih ada masalah, coba cek lagi konfigurasi nya.
karena saya sudah berkali kali mencoba konfigurasi saya ini dan berhasil . :) . semoga membantu .
Sumber : http://indra-ilusiyangterbelenggung.blogspot.com/2011/01/konfigurasi-vlan-menggunakan-cisco.html


Available link for download

Read more »

Monday, January 30, 2017

sebab IP 127 tdak bisa di gunakan di PAcket Tracer

sebab IP 127 tdak bisa di gunakan di PAcket Tracer


Saya Posting ini karena Hari ini saya mengalami beberapa kesulitan untuk Menyelesaikan tugas Dari guru TKJ saya......... !!


Tugaas yang diberikan pada saya adalah "berikan Router pada Packet Tracer denga IP=127.  ....  .  ....  .  ...."


Setelah saya coba beberapa kali ternyata selalu muncul tampilan 

Definisi

IP merupakan sebuah alamat host yang terdiri dari angka decimal 32 bit yang dipisahkan 3 titik tiap 8 bit nya, atau bisa dikatakan terdiri dari 4 oktet dan tiap oktetnya dipisahkan oleh titik. IP terdiri N (netid) dan H (host).
Contoh : 199.168.100.50 (N.N.N.H) (oktet1.oktet2.oktet3.oktet4)

N
N
N
H
199
168
100
50
Oktet 1
Oktet 2
Oktet 3
Oktet 4





Kelas IP

IP dibagi menjadi 4 berdasarkan kelas untuk memanagemant / mengetahui mana jaringan kecil dan mana jaringan yang besar
KelasBiner Oktet AwalDec Oktet AwalN / HJumlah NetidJumlah HostGolongan JaringanContoh
A00 - 126N.H.H.H12616.277.214Besar
10.10.10.100
B10000000128 - 191N.N.H.H16.38465.543Sedang
172.16.100.200
C11000000192 - 223N.H.H.H2.097.152254Kecil
192.168.200.254
D11100000224 - 149Multicast
E11110000150 - 255Reserved

 

Jenis IP

  1. IP dibedakan menjadi 2 yaitu :
    IP Privat adalah IP yang bisa digunakan hanya sebatas local area saja
  2. alamat tersebut adalah :
    • Kelas A : 10.0.0.1 - 10.255.255.254
    • Kelas B : 172.16.0.1 - 172.31.255.254
    • Kelas C : 192.168.0.1 - 192.168.255.254

  3. IP Public adalah IP yang dapat digunakan oleh khalayak umum (publik) sehingga bisa diakses dari manapun (internet)

Subnet Mask

Merupakan tehnik untuk mengambil bit dari field/oktet hostid agar terbentuk suatu alamat jaringan netid / subnetid.
Subnet mask sama seperti halnya IP yaitu terdiri dari 32 bit. Angka digit 1 (satu) pada subnet mask menunjukkan bahwa bit tersebut adalah bagian dari netid (alamat jaringan) sedangkan Angka digit 0 menunjukkan bagian hostid (alamat host)

Subnet Mask Default

Subnet mask harus diberikan saat sebuah jaringan / saat IP dikonfigurasikan, walaupun tidak ada subnetting yang dipergunakan. Subnet mask default adalah sebagai berikut
KelasSubnet MaskDalam Bentuk BinerJumlah bit
A
255.0.0.011111111.00000000.00000000.00000000
8 bit
B
255.255.0.011111111.11111111.00000000.00000000
16 bit
C
255.255.255.011111111.11111111.11111111.00000000
24 bit
Subnet mask ditentukan dengan memberikan nilai 1 pada bit yang bersesuaian dengan field / oktet Netid pada alamat kelas tersebut. contoh 255.0.0.0 adalah subnet mask yang salah bila digunakan untuk IP address kelas C. jadi kalau kita menggunakan IP kelas C, maka subnet mask yang kita gunakan adalah 255.255.255.0

Subnetting

subnetting merupakan mekanisme untuk menggunakan beberapa bit dalam field / oktet hostid sebagai sebuah subnetid. Jadi bisa dikatakan sebuah ip (host ) diambil untuk digunakan sebagai subnetid / sub jaringan
Tanpa subnetid (hanya menggunakan subnet mask default) Sebuah IP diinterpretasikan menjadi dua field yaitu : netid + hostid
dengan adanya subnetid maka interpretasinya menjadi 3 field yaitu : netid + subnetid + hostid
Delapan subnet mask umum yang sering digunakan :
BinerDesimalKeterangan
00000000
0
Yang digunakan untuk me-
nentukan subnetid adalah dimulai dari decimal 128 - 254
10000000
128
11000000
192
11100000
224
11110000
240
11111000
248
11111100
252
11111110
254
Contoh untuk kelas C :
Subnet MaskDalam Bentuk BinerJumlah bit
255.255.255.128
11111111.11111111.11111111.10000000
25
255.255.255.192
11111111.11111111.11111111.11000000
26
255.255.255.224
11111111.11111111.11111111.11100000
27
255.255.255.240
11111111.11111111.11111111.11110000
28
255.255.255.248
11111111.11111111.11111111.11111000
29
255.255.255.252
11111111.11111111.11111111.11111100
30
255.255.255.254
11111111.11111111.11111111.11111110
31
Jadi bila didapati penulisan IP seperti berikut :
192.168.0.100 / 25 maka subnet mask yang digunakan oleh ip tersebut adalah 255.255.255.128 (Kelas C)
192.168.0.100 / 24 maka subnet mask yang digunakan oleh ip tersebut adalah 255.255.255.0 (Kelas C)
172.20.150.150 / 18 maka subnet mask yang digunakan oleh ip tersebut adalah 255.255.192.0 (Kelas B)
172.20.150.150 / 16 maka subnet mask yang digunakan oleh ip tersebut adalah 255.255.0.0 (Kelas B)

Pembatasan Alamat IP

Beberapa alamat IP mempunyai penggunaan khusus yang sudah ditentukan fungsi-fungsinya dan tidak boleh digunakan sebagai IP address. IP yang mempunyai kegunaan khusus ini sebagian orang mengatakan sebagai IP spesial.
Adapun IP yang mempunyai kegunaan khusus ini adalah :
  • Netid dan hostid 0 (biner 00000000) difungsikan sebagai alamat jaringannya sendiri
  • Netid 127 (biner 01111111) digunakan sebagai IP Loopback. yang berfungsi memeriksa konfigurasi jaringan host. Paket atau pesan-pesan yang dikirimkan ke alamat ini tidak di kirim ke jaringan tatapi hanya dikembalikan lagi.
  • Hostid 255 semua binernya memiliki nilai 1 (11111111) difungsikan sebagai alamat broadcasting. yaitu bila suatu paket atau pesan dikirim ke alamat ini akan di kirimkan ke seluruh host dalam jaringan.

Syarat menentukan/konfigurasi IP pada komputer

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam mengkofigurasi IP, agar komputer tersebut bisa saling berkomunikasi :
  1. Jangan menggunakan IP Khusus seperti yang telah disebutkan diatas
    • Tidak boleh menggunakan netid / oktet pertama 0 (nol)
      Contoh : 0.10.10.200 atau 0.168.12.95
    • Tidak boleh menggunakan hostid / oktet terakhir 0 (nol)
      Contoh : 10.10.10.0 atau 192.168.12.0
    • Tidak boleh menggunakan IP loopback
      Contoh : 127.0.0.1 atau 127.100.10.10
    • Tidak boleh menggunakan hostid / oktet terakhir 255
      Contoh 192.168.255.255 atau 192.168.10.255 atau 10.10.10.255
  2. Jangan menggunakan IP yang sama dengan IP host lain
    Contoh : Komputer A IP nya 192.168.0.10 sedangkan Komputer B IP nya juga sama dengan IP Komputer A yaitu 192.168.0.10
  3. Jangan menggunakan nama komputer yang sama satu dengan yang lain
  4. Gunakan domain yang sama (untuk workgroup tidak harus sama)
  5. Bagi pemula sebaiknya gunakan subnet mask default

Menentukan Alamat Jaringan

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian Subnet mask dan subnetting bahwa subnet mask digunakan untuk memperoleh Alamat jaringan yang kita inginkan.
Alamat jaringan bisa kita kalkulasikan antara IP address dengan Subnet mask menggunakan operator AND (&)
Sebelum kita melakukan kalkulasi, perlu kita ketahui karakteristik dari operator AND (&) tersebut. Operan AND (&) akan bernilaiTRUE (biner 1) apabila keduanya bernilai TRUE
  • Bila kedua nilai adalah TRUE maka hasilnyaTRUE
  • Bila salah satu adalahTRUE dan yang lainnya FALSE maka hasilnya FALSE
  • Bila kedua nilai adalah FALSE maka hasilnya adalah FALSE
Contoh :
BinerKet
1TRUE
1TRUE
BinerKet
1TRUE
0FALSE
BinerKet
0FALSE
1TRUE
BinerKet
0FALSE
0FASLE
1TRUE
0FALSE
0FALSE
0FALSE


DecBiner
81000
30011
DecBiner
30011
151111
DecBiner
550110111
651000001
DecBiner
2511001
1001010
00000
30011
10000001
801000

Diketahui :
  • IP = 192.168.32.212 / 24
Netid / Alamat Jaringannya dapat diketahui dengan menggunakan operan AND antara IP dg Subnet Mask :192.168.32.0
Desimal
Biner
IP
: 192.168.32.21211000000.10101000.00100000.11010100
Subnet Mask
: 255.255.255.011111111.11111111.11111111.00000000&
Netid adalah: 192.168.32.011000000.10101000.00100000.00000000



Diketahui :
  • IP = 192.168.5.190 / 28
Netid / Alamat Jaringannya adalah : 192.168.5.176
Desimal
Biner
IP
: 192.168.5.19011000000.10101000.00000101.10111111
Subnet Mask
: 255.255.255.24011111111.11111111.11111111.11110000&
Netid adalah: 192.168.5.17611000000.10101000.00000101.10110000

Mencari Jumlah Jaringan :

Menggunakan RUMUS :dimana n adalah biner yg dimask ( biner 1 ) pada field / oktet hostid

Mencari Jumlah Host/ Komputer Per Jaringan :

Menggunakan RUMUS :dimana n adalah biner yg tidak dimask ( biner 0 ) pada field / oktet hostid

Mencari Alamat Broadcast :

Cari dulu rentangnya dengan menggunakan RUMUS :
Available link for download

Read more »